Senin, 07 April 2014

Metode dan Keterampilan Dasar Mengajar



METODE DAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

MAKALAH

Disusun dan disampaikan untuk memenuhi tugas:
Mata Kuliah                : Strategi Belajar dan Mengajar
Dosen Pengampu        : Chusna Maulida, M.Pd.I



Oleh:
Iswatikah
2021111189
                                   

Kelas D


TARBIYAH / PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013

BAB I
PENDAHULUAN
            Metode mengajar memegang peran yang sangat penting. Hal ini dikarenakan sangat mempengaruhi tujuan pelajaran yang akan diajarkan. Pemilihan metode juga harus diperhatikan. Harus disesuaikan dengan pelajaran apa yang akan diajarkan, suasana dan kondisi di kelas, fasilitas yang tersedia dan dimana kegiatan belajar mengajar berlangsung. Keterampilan guru dalam mengajar juga ikut berperan penting dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang efektif.
            Untuk itu, dalam makalah ini dibahas mengenai metode dan keterampilan dasar mengajar.
           



















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Metode Mengajar
1.      Pengertian Metode Mengajar
            Metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu metha yang berarti melalui atau melewati dan hodos yang berarti jalan atau cara.[1] Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Kata mengajar sendiri berarti memberi pelajaran. Jadi, metode mengajar adalah cara-cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.[2]
            Pengertian lain, metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik.[3]
2.      Kedudukan Metode dalam Belajar Mengajar
a.       Metode sebagai alat motivasi ekstrinsik
      Motivasi ekstrinsik menurut Sadirman A.M. (1988:90) adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya, karena adanya perangsang dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang yang dapat membangkitkan belajar seseorang.
b.      Metode sebagai strategi pengajaran
      Dalam kegiatan belajar mengajar, menurut Dra. Roestiyah N.K. (1989:1), guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
c.       Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan
      Tujuan adalah suatu cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan adalah pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran.[4]
3.      Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih dan Mengaplikasikan Metode Pengajaran
a.       Tujuan yang hendak dicapai
b.      Kemampuan pendidik
c.       Peserta didik
d.      Situasi dan kondisi dimana berlangsung
e.       Fasilitas
f.       Waktu yang tersedia
g.      Kebaikan dan kekurangan sebuah metode.
4.      Macam-Macam Metode Belajar Mengajar
a.       Metode belajar mengajar konvensional
      Metode ini adalah metode yang biasa dipakai guru pada umumnya atau sering dikenal sebagai metode tradisional. Metode konvensional meliputi:
1)      Metode pembiasaan
            Metode ini mengutamakan proses untuk membuat seseorang menjadi terbiasa.
Kelebihan: menghemat tenaga dan waktu.
Kekurangan: membutuhkan guru yang dapat dijadikan teladan dalam menanamkan nilai-nilai kepribadian anak didik.

2)      Metode keteladanan
            Metode ini digunakan untuk mewujudkan tujuan pengajaran dengan memberi keteladanan yang baik pada siswa agar dapat berkembang fisik, mental dan kepribadiannya secara benar.
Kelebihan: peserta didik lebih mudah menerapkan ilmu yang dipelajari di sekolah, guru lebih mudah mengevaluasi hasil belajar, tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai dengan baik, tercipta hubungan baik antara siswa dan guru, mendorong guru untuk selalu berbuat baik untuk dicontoh oleh siswanya.
Kekurangan: adanya guru yang tidak mencerminkan sikap mentalitas dan moralitasnya dihadapan siswa, sehingga anak didik tidak menunjukkan motivasi belajar, dan cenderung berlawanan dengan tata tertib sekolah.
3)      Metode penghargaan
            Metode ini mengedepankan kegembiraan dan positif thinking, yaitu memberikan hadiah kepada anak didik, baik yang berprestasi akademik maupun yang berperilaku baik.
Kelebihan: mampu menciptakan kompetisi yang obyektif peserta didik untuk melakukan hal-hal yang positif, dapat menjadi motivasi siswa lainnya untuk belajar lebih giat lagi.
Kekurangan: apabila guru berlebihan dalam melaksanakannya dapat mengakibatkan siswa besar kepala, sombong dan merasa dirinya lebih baik dan lebih tinggi dari teman-teman lainnya.
4)      Metode hukuman
            Metode ini merupakan lawan dari metode pemberian hadiah. Pelaksanaannya adalah sebagai jalan terakhir dengan prinsip tidak menyakiti secara fisik, melainkan bersifat akademik dan edukatif dengan tujuan menyadarkan siswa dari kesalahan yang diulang-ulang.
Kelebihan: memperbaiki kesalahan siswa, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Kekurangan: jika hukuman yang diberikan tidak bersifat akademik, maka akan mengakibatkan emosional anak didik, anak takut, kurang percaya diri, malas, dan mengurangi keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat.
5)      Metode ceramah
            Adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.
Kelebihan: guru mudah menguasai kelas, dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar, guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
Kekurangan: bila selalu digunakan dan terlalu lama menjadi membosankan, menyebabkan siswa menjadi pasif.
6)      Metode latihan
            Adalah suatu cara belajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
Kelebihan: dapat memperoleh kecakapan motoris, dapat memperoleh kecakapan mental, dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan: menghambat bakat dan inisiatif anak didik, latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
7)      Metode bercerita
            Adalah suatu cara mengajar dengan bercerita. Salah satu metode cerita adalah membaca cerita.
Kelebihan: guru mudah menguasai kelas, guru dapat meningkatkan konsentrasi anak didik dalam waktu yang relatif lama, dapat diikuti oleh anak didik dalam jumlah banyak.
Kekurangan: anak didik kadang terbuai dengan jalan cerita sehingga tidak dapat mengambil intisarinya, anak didik lebih cenderung hafal isi cerita daripada intisarinya.
8)      Metode tanya jawab
            Adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk pertanyaan yang perlu dijawab oleh anak didik atau anak didik yang bertanya kepada guru.
Kelebihan: pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Kekurangan: siswa merasa takut, tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah dipahami siswa, waktu sering banyak terbuang.
9)      Metode demonstrasi
            Adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses,situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari.
Kelebihan: dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas, proses pengajaran lebih menarik.
Kekurangan: memerlukan keterampilan guru secara khusus, memerlukan fasilitas seperti tempat, peralatan dan biaya.
10)  Metode karyawisata
            Adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran oleh anak didik dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat di luar kelas atau lingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati secara langsung.
Kelebihan: membuat bahan yang dipelajari menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
Kekurangan: memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak, memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, biaya cukup mahal.


11)  Metode diskusi
            Adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
Kelebihan: merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide dan  gagasan, memperluas wawasan.
Kekurangan: pembicaraan terkadang menyimpang sehingga memerlukan waktu yang lama, mungkin dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
12)  Metode eksperimen
            Adalah metode pengambilan kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
Kelebihan: dapat membuat anak didik lebih percaya kebenaran berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku, akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaannya yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kekurangan: tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen.
13)  Metode proyek
            Adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
Kelebihan: dapat memperluas pemikiran siswa yang berguna dalam menghadapi masalah kehidupan; dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu.
Kekurangan: kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertikal maupun horisontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini; bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
14)  Metode tugas dan resitasi
            Adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melekukan kegiatan belajar.
Kelebihan: lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individualataupun kelompok, dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru, dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
Kekurangan: siswa sulit dikontrol, apakah benar ia mengerjakan tugas sendiri atau orang lain; khusus untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan adalah anggota tertentu saja.
15)  Metode problem solving
            Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
Kelebihan: metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja; metode ini merangsang pengembangan keampuan berpikir siswa secara kreatif dan menyeluruh.
Kekurangan: memerlukan waktu yang cukup banyak.
16)  Metode sosiodrama
            Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubunganya dengan masalah sosial.
Kelebihan: siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif, siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan temannya, bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.
Kekurangan: banyak memakan waktu, memerlukan waktu yang cukup luas, sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan.
b.      Metode belajar mengajar inkonvensional
      Metode mengajar inkonvensional adalah suatu metode mengajar yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, seperti: metode pengajaran modul, pengajaran berprogram, pengajaran unit, metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), metode KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), dan metode KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).[5] Dan saat ini yang masih baru dan belum dilaksanakan secara keseluruhan adalah kurikulum 2013.
B.     Keterampilan Dasar Mengajar
      Keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang mutlak harus guru punyai. Dengan kepemilikan keterampilan dasar mengajar diharapkan guru dapat mengoptimalkan perananya di kelas.
      Beberapa keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh guru adalah sebagai berikut:
1.      Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement)
            Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal adanya hadiah. Pemberian hadiah secara psikologis akan berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang yang menerimanya. Pemberian hadiah maupun pemberian hukuman merupakan respon seseorang kepada orang lain karena perbuatannya. Hanya saja, pada pemberian hadiah adalah respon  yang positif, sedangkan pada pemberian hukuman adalah respon yang negatif. Namun, kedua respon tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu ingin mengubah tingkah laku seseorang. Pemberian respon yang demikian dalam proses interaksi edukatif disebut “pemberian penguatan”, karena hal tersebut akan membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan kata lain, pengubahan tingkah laku siswa (behavior modification) dapat dilakukan dengan pembrian penguatan.
2.      Keterampilan Bertanya
            Bagaimanapun tujuan pendidikan, secara universal guru akan selalu menggunakan keterampilan bertanya kepada siswanya. Cara bertanya untuk seluruh kelas, untuk kelompok, atau untuk individu memiliki pengaruh yang sangat berarti, tidak hanya pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada suasana kelas baik sosial maupun emosional.
            Kelancaran bertanya (fluency) merupakan jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. Kelancaran bertanya ini sangat diperlukan guru didalam proses belajar mengajar. Komponen yang penting dalam bertanya antara lain harus jelas dan ringkas.
3.      Keterampilan Variasi
            Bila guru dalam proses belajar mengajar tidak menggunakan variasi, maka akan membosankan siswa, perhatian siswa akan berkurang, mengantuk, akibatnya tujuan belajar tidak tercapai.
            keterampilan mengadakan variasi ini lebih luas penggunaannya daripada keterampilan lainnya, karena merupakan keterampilan campuran atau intregasi dengan keterampilan yang lain. Misalnya variasi dalam memberikan penguatan, variasi dalam memberi pertanyaan, dan variasi dalam tingkat kognitif.
4.      Keterampilan Menjelaskan
            Guru menggunakan istilah menjelaskan untuk penyajian lisan di dalam interaksi edukatif. Dalam kehidupan sehari-hari istilah menjelaskan diartikan sama dengan menceritakan. Keberhasilan guru menjelaskan ditentukan oleh tingkat pemahaman anak didik.
5.      Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
            Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan siap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada apa yang dipelajari. Sedangkan menutup pelajaran adalah mengakhiri kegiatan inti pelajaran.
            Siasat membuka pelajaran bertujuan pokok menyiapkan mental anak didik agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajari atau dibicarakan, menimbulkan minat serta pemusatan perhatian anak didik pada yang akan dibicarakan dalam kegiatan interaksi edukatif.
            Usaha menutup pelajaran dimaksudkan untuk memberi gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari anak didik, mengetahui tingkat pencapaian anak didik dan tingkat keberhasilan guru dalam proses interaksi edukatif.
6.      Keterampilan Mengelola Kelas
            Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses interaksi edukatif.
            Setiap guru masuk ke dalam kelas, maka pada saat itu pula ia menghadapi dua masalah pokok, yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen. Masalah pengajaran adalah usaha membantu anak didik dalam mencapai tujuan khusus pengajaran secara langsung. Sedangkan masalah manajemen adalah usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa, sehingga proses interaksi edukatif dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
7.      Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
            Diskusi kelompok kecil sangat bermanfaat untuk memberikan pengalaman pendidikan bagi anak didik yang terlibat didalamnya. Potensi yang berpengaruh terhadap partisipasi seperti saling memberi informasi, dapat mengeksplorasi gagasan, meningkatkan pemahaman baru terhadap hal-hal yang bermanfaat, dapat membantu menilai dan memecahkan masalah, mendorong pengembangan berpikir dan berkomunikasi secara efektif, semuanya mempersiapkan anak didik untuk berpartisipasi secara efektif dalam kelompok untuk keterampilan hari depan mereka dalam masyarakat dan dalam kegiatan-kegiatan sosial.
            Yang perlu diperhatikan guruu dalam diskusi kelompok kecil agar dapat efektif dan efisien adalah guru harus menjalankan fungsinya sebagai pembimbing.
8.      Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
            Pengelompokan anak didik dalam proses interaksi edukatif merupakan pembentukan organisasi sosial dalam pengajaran.
            Pengajaran perorangan diartikan sebagai suatu proses dimana setiap anak didik dibantu mengembangkan kemajuan dalam mencapai tujuan berdasarkan kemampuan, pendekatan dan bahan pelajaran.
            Salah satu prinsip pengajaran kelompok kecil dan perorangan adalah terjadinya hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan anak didik dan antara anak didik dengan anak didik. Hal ini dapat terwujud bila guru memiliki keterampilan berkomunikasi secara pribadi dengan setiap anak didik.[6]















BAB III
                                                        PENUTUP
            Metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik.
            Macam-macam metode belajar mengajar: metode belajar mengajar konvensional dan metode belajar mengajar inkonvensional.
            Keterampilan dasar mengajar meliputi:
1.      Keterampilan memberi penguatan (Reinforcement)
2.      Keterampilan bertanya
3.      Keterampilan variasi
4.      Keterampilan menjelaskan
5.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
6.      Keterampilan mengelola kelas
7.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
8.      Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan
            Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Khususnya bagi calon guru.












DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Fathurrahman, Pupuh dan Sobry Sutikno. 2009. Strategi Belajar Mengajar – Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami. Bandung: PT Refika Aditama.
Mustakim, Zaenal. 2011. Strategi dan Metode Pembelajaran. Pekalongan: STAIN Pekalongan Press.







                [1] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2011), h.112.
                [2] Pupuh Fathurrahman dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar – Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, (Bandung: PT Refika Aditama, 2009), h.55.
                [3] Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2005), h.52.
                [4] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h.72-75.
                [5] Zaenal Mustakim, Op.cit., h.118-134.
                [6] Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000), h.99-165.